5 Website untuk Membuat Portofolio Developer
2026-05-14 02:00:14 - Admin
```html <div> <style> * { box-sizing: border-box; } body { margin: 0; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; background: #f5f8fc; color: #1f2937; line-height: 1.7; } .page { max-width: 1100px; margin: 0 auto; padding: 32px 18px 48px; } .hero { display: grid; grid-template-columns: 1.1fr 0.9fr; gap: 24px; align-items: center; background: linear-gradient(135deg, #ffffff 0%, #eef5ff 100%); border: 1px solid #dbe7f5; border-radius: 20px; padding: 28px; box-shadow: 0 10px 30px rgba(31, 41, 55, 0.06); } .hero h1 { margin: 0 0 12px; font-size: clamp(1.8rem, 3vw, 3rem); line-height: 1.2; color: #0f172a; } .hero p { margin: 0; color: #475569; font-size: 1rem; } .hero img { width: 100%; max-width: 460px; display: block; margin: 0 auto; border-radius: 16px; border: 1px solid #dbe7f5; background: #fff; } .section { margin-top: 28px; background: #ffffff; border: 1px solid #dbe7f5; border-radius: 20px; padding: 24px; box-shadow: 0 10px 30px rgba(31, 41, 55, 0.05); } .section h2 { margin: 0 0 12px; font-size: 1.5rem; color: #0f172a; } .section p.desc { margin: 0; color: #475569; } .web-list { list-style: none; padding: 0; margin: 20px 0 0; display: grid; gap: 18px; } .web-item { border: 1px solid #dbe7f5; border-radius: 18px; padding: 20px; background: #fbfdff; } .web-item h3 { margin: 0 0 10px; font-size: 1.2rem; color: #0f172a; } .meta { display: grid; gap: 10px; margin-top: 14px; } .meta strong { color: #1d4ed8; } .meta p { margin: 0; color: #475569; } .url a { color: #2563eb; word-break: break-all; text-decoration: none; } .url a:hover { text-decoration: underline; } .badge { display: inline-block; margin-bottom: 10px; padding: 6px 12px; border-radius: 999px; background: #eaf2ff; color: #1d4ed8; font-size: 0.9rem; font-weight: 700; } @media (max-width: 820px) { .hero { grid-template-columns: 1fr; } .page { padding: 18px 12px 36px; } .section, .hero { padding: 20px; border-radius: 16px; } } </style> <div class="page"> <div class="hero"> <div> <h1>5 Website untuk Membuat Portofolio Developer</h1> <p> Portofolio developer membantu menampilkan kemampuan, proyek, pengalaman, dan identitas profesional secara online. Dengan website portofolio yang tepat, developer dapat membangun personal branding, menunjukkan karya terbaik, dan memudahkan perekrut atau klien menemukan profilnya. </p> </div> <div> <img src="https://images.unsplash.com/photo-1517180102446-f3ece451e9d8?auto=format&fit=crop&w=900&q=80" alt="Ilustrasi website portofolio developer di layar laptop" > </div> </div> <div class="section"> <h2>Daftar Website Portofolio Developer</h2> <p class="desc"> Berikut lima website populer yang dapat digunakan untuk membuat portofolio developer, disusun dalam daftar vertikal lengkap dengan deskripsi, kelebihan, kekurangan, lama beroperasi, dan tautan resminya. </p> <ul class="web-list"> <li class="web-item"> <span class="badge">1. GitHub Pages</span> <h3>GitHub Pages</h3> <p> GitHub Pages adalah layanan hosting statis dari GitHub yang memungkinkan pengguna membuat website portofolio langsung dari repository. Cocok untuk developer yang ingin menampilkan proyek coding, CV online, dan halaman profil sederhana dengan kontrol penuh atas isi website. </p> <div class="meta"> <p><strong>Kelebihan:</strong> Gratis, mudah diintegrasikan dengan GitHub, mendukung custom domain, dan sangat cocok untuk website statis.</p> <p><strong>Kekurangan:</strong> Fitur dinamis terbatas, perlu kemampuan teknis untuk kustomisasi, dan tidak ideal untuk website yang membutuhkan backend kompleks.</p> <p><strong>Lama beroperasi:</strong> Sejak 2008, sudah beroperasi sekitar 18 tahun.</p> <p class="url"><strong>URL:</strong> <a href="https://pages.github.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://pages.github.com/</a></p> </div> </li> <li class="web-item"> <span class="badge">2. Wix</span> <h3>Wix</h3> <p> Wix adalah platform website builder berbasis drag-and-drop yang memudahkan pembuatan portofolio developer tanpa harus menulis banyak kode. Pengguna dapat memilih template modern, menambahkan proyek, dan menyesuaikan tampilan sesuai kebutuhan personal branding. </p> <div class="meta"> <p><strong>Kelebihan:</strong> Sangat mudah digunakan, banyak template menarik, cocok untuk pemula, dan menyediakan fitur desain visual yang fleksibel.</p> <p><strong>Kekurangan:</strong> Versi gratis menampilkan branding Wix, biaya paket premium relatif lebih tinggi, dan kontrol teknis lebih terbatas dibanding coding manual.</p> <p><strong>Lama beroperasi:</strong> Sejak 2006, sudah beroperasi sekitar 20 tahun.</p> <p class="url"><strong>URL:</strong> <a href="https://www.wix.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://www.wix.com/</a></p> </div> </li> <li class="web-item"> <span class="badge">3. WordPress</span> <h3>WordPress</h3> <p> WordPress adalah platform pembuatan website yang sangat populer dan fleksibel untuk portofolio developer. Dengan tema dan plugin yang beragam, pengguna bisa membuat portofolio sederhana hingga situs profesional dengan blog, halaman proyek, dan formulir kontak. </p> <div class="meta"> <p><strong>Kelebihan:</strong> Fleksibel, banyak tema dan plugin, mudah dikembangkan, dan cocok untuk portofolio yang ingin terus diperbarui.</p> <p><strong>Kekurangan:</strong> Perlu pengelolaan plugin dan keamanan, performa dapat menurun jika terlalu banyak fitur, dan kurva belajar bisa lebih tinggi untuk kustomisasi lanjut.</p> <p><strong>Lama beroperasi:</strong> Sejak 2003, sudah beroperasi sekitar 23 tahun.</p> <p class="url"><strong>URL:</strong> <a href="https://wordpress.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://wordpress.com/</a></p> </div> </li> <li class="web-item"> <span class="badge">4. Webflow</span> <h3>Webflow</h3> <p> Webflow adalah platform desain website visual yang menghasilkan kode HTML, CSS, dan JavaScript secara otomatis. Website ini sangat cocok untuk developer yang ingin portofolio dengan tampilan profesional, animasi halus, dan desain yang lebih presisi. </p> <div class="meta"> <p><strong>Kelebihan:</strong> Desain sangat fleksibel, hasil tampilan modern, mendukung animasi, dan cocok untuk portofolio visual yang premium.</p> <p><strong>Kekurangan:</strong> Memiliki kurva belajar yang cukup tinggi, beberapa fitur penting berbayar, dan pengelolaan konten bisa terasa lebih kompleks bagi pemula.</p> <p><strong>Lama beroperasi:</strong> Sejak 2013, sudah beroperasi sekitar 13 tahun.</p> <p class="url"><strong>URL:</strong> <a href="https://webflow.com/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://webflow.com/</a></p> </div> </li> <li class="web-item"> <span class="badge">5. Notion + Super</span> <h3>Notion + Super</h3> <p> Notion + Super memungkinkan pengguna mengubah halaman Notion menjadi website portofolio yang rapi dan cepat dibuat. Solusi ini cocok untuk developer yang ingin portofolio minimalis, mudah diperbarui, dan berfokus pada isi seperti pengalaman, proyek, dan tautan sosial. </p> <div class="meta"> <p><strong>Kelebihan:</strong> Sangat cepat dibuat, mudah diedit, tampilan minimalis, dan ideal untuk portofolio yang sering diperbarui.</p> <p><strong>Kekurangan:</strong> Kustomisasi desain terbatas dibanding website builder lain, sebagian fitur bergantung pada layanan berbayar, dan tidak sefleksibel coding manual.</p> <p><strong>Lama beroperasi:</strong> Notion sejak 2016 dan Super sejak 2020, sehingga ekosistemnya telah beroperasi sekitar 10 tahun dan 6 tahun.</p> <p class="url"><strong>URL:</strong> <a href="https://super.so/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://super.so/</a></p> </div> </li> </ul> </div> </div> </div> ```